Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pencegahan Primer, Sekunder, Dan Tersier Pada Penanggulangan Narkoba

Upaya penanggulangan narkoba dan pemakaian zat adiktif lainnya ditujukan sesuai dengan tahapan kontinum pemakaian zat itu sendiri. Terdapat konsep pencegahan, mulai dari pencegahan primer, pencegahan sekunder, dan pencegahan tersier yang sanggup diterapkan pada penyakit ini (Hamilton, King dan Ritter, 2004). Pencegahan primer yaitu mencegah seseorang yang sebelumnya tidak menggunakan zat adiktif untuk tidak mencoba atau menggunakan teratur. Pencegahan sekunder yaitu mencegah seseorang yang sudah menggunakan supaya tidak masuk ke dalam kelompok berisiko dan tidak menjadi tergantung atau adiksi. Pencegahan tersier yaitu mereduksi ancaman yang timbul dari masalah-masalah penyalah guna narkoba dan adiksi, termasuk tindakan terapi dan rehabilitasi, hingga seminimal mungkin menggunakannya atau bahkan tidak menggunakan sama sekali.

Baca juga : Apakah keju kondusif untuk anda ???

Melihat besaran dan akhir pemakaian zat adiktif, mencakup rokok, alkohol dan narkoba ilisit di Indonesia, maka upaya pencegahan merupakan langkah prioritas. Menurut UNODC (2003), upaya pencegahan dengan banyak sekali penanganan sanggup diadaptasi dengan tingkatan pemakaian zat adiktif tersebut sebagaimana terkutip pada Tabel dibawah ini.

Upaya penanggulangan narkoba dan pemakaian zat adiktif lainnya ditujukan sesuai dengan tah Pencegahan Primer, Sekunder, dan Tersier pada Penanggulangan Narkoba
Tabel Tahapan Perubahan sikap dan upaya penanganan pemakai zat adiktif (Sumber: ESCAP 2000; Swadi 2000 (dikutip dari UNODC, 2003 hal.6 ).

UNODC (2003) menyatakan bahwa deteksi dini merupakan langkah krusial pada kelompok individu yang berisiko tinggi. Upaya ini dianjurkan untuk dilakukan dalam tatanan pelayanan kesehatan primer. Orang yang sanggup membantu mendeteksi pemakaian zat adiktif diantaranya yaitu keluarga, teman, sebaya, tetangga, atau bahkan penemu kasus di tatanan publik di lapangan contohnya petugas kesehatan, pekerja sosial, polisi, dan petugas aturan lain.

Baca juga : Manfaat apel untuk diet dan kesehatan

Salah satu upaya pengenalan dini kasus yaitu dengan penjangkauan (outreach), yang menggapai pemakai narkoba dan zat adiktif lainnya yang tidak kontak dengan kemudahan pelayanan penyalahgunaan narkoba. UNODC (2003) mengutarakan beberapa pokok penting dalam penjangkauan ini yaitu:
  1. Merupakan pendekatan yang fleksibel dan tidak konvensional, diluar lingkungan sosial dan formal kesehatan. 
  2. Meningkatkan akses, motivasi, dan pinjaman bagi pemakai zat adiktif. 
  3. Menggapai pemakai narkoba dan zat adiktif lainnya yang tidak dalam penanganan,
  4. Meningkatkan tumpuan untuk penanganan. 
  5. Mereduksi sikap pemakaian zat adiktif ilisit (UNODC, 2003: hal.9).

Baca juga : Memahami jenis tekanan darah (blood pressure)

Mengingat bahwa pemakaian Narkoba dan zat adiktif lainnya sangat berbeda prevalensi maupun contoh pemakaiannya pada pria dan perempuan, maka baik upaya deteksi dini maupun penjangkauan seyogyanya mempertimbangkan faktor gender. Berdasarkan analisis data sekunder di Indonesia, terungkap bahwa kepada pria sanggup lebih ditekankan pendekatan individu, sedangkan pendekatan kelompok maupun keluarga terlihat lebih menawarkan hasil pada wanita pemakai narkoba dan zat adiktif lainnya (Sabarinah, 2009).

Referensi:
Hamilton, Ritter. 2004, Drug Use in Australia, 2nd ed. Oxford University Press, Melbourne.
UNODC. 2003, Adolescent Substance Use: Risk and Protection. United Nations, New York.
Sabarinah. 2009, Dimensi Gender Kelangsungan Pemakaian Narkoba: Penelitian di 17 Provinsi di Indonesia Tahun 2008. Disertasi Program Pasca Sarjana Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Depok.

Written by:
Dr. dr. Sabarinah Prasetyo, MSc (Pusat Penelitian Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat UI) dan Dr. dr. Diah Setia Utami, Sp.KJ, MARS (Deputi Terapi dan Rehabilitasi Narkoba, BNN, Jakarta).

Posting Komentar untuk "Pencegahan Primer, Sekunder, Dan Tersier Pada Penanggulangan Narkoba"